Latest Post

Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran

Beberapa orang guru sengaja "diracun" saat kegiatan in house training. Kegiatan in house training tentang Pembuatan Video Pembelajaran di SMPN 2 Semin benar-benar dimanfaatkan Bang Iyon untuk menebarkan "Racun". Beruntung akibat racun tersebut tidak membuat pingsan para peserta pelatihan.

Rumah Belajar dijadikan bahan untuk me"Racun"i guru-guru di SMPN 2 Semin. Bukan tanpa alasan racun rumah belajar ditebarkan. Materi pelatihan, yakni pembuatan video pembelajaran tentu sangat bersesuaian dengan sumber belajar yang dimiliki rumah belajar. Terutama di sumber belajar video milik di Rumah Belajar. Racun informasi pun disampaikan terkait portal sumber belajar tersebut agar guru tertarik.


Dari sisi konten, beragam konten yang disajikan dan dapat dimanfaatkan. Dari semua mapel ada. Dengan rata-rata durasi tidak lebih dari 10 menit, video pembelajaran di sumber belajar ini tentu tidak membuat siswa jenuh. Dari sisi pengunggah konten, para guru bisa mengunggah konten video pembelajaran. Tidak harus para alumni Pembatik. Selama konten yang dibuat sesuai dan di acc admin, maka akan tampil di laman tersebut. Dari sisi angka kredit kenaikan pangkat, video pembelajaran yang dibuat pun dapat menjadi tambahan poin. Layaknya racun dan madu, informasi serta tips dan trik yang diberikan, harapannya guru-guru tertarik untuk membuat video pembelajaran. Ya, minimal satu video selama menjadi guru 😁😁.



Apalagi racun monetizazi.... Jika video diupload ke yuotube, subcribernya banyak, yang nonton yang ngelike banyak, ntar bisa dapat kiriman surat dari google... layak untuk dimonetizazi.... Dan jadilah pasif income untuk sang konten creator....


Bang iyon pun memberikan tips dan trik untuk mempermudah guru-guru membuat video pembelajaran. Yang pengen tau tips dan triknya, silahkan coment ya...

#MerdekaBelajar
#NadiemMakarim
#PembaTIK2020
#pembatiklevel4
#RumahBelajar
#guruberbagi
#gurupenggerak

 


 

Pada pertengahan bulan September 2020, SMP Negeri 2 Semin mengadakan pelatihan pembuatan video pembelajaran. Dalam pelatihan tersebut, Bang Iyon berkesempatan untuk memfasilitasi teman-teman guru berbagi tentang pembuatan video pembelajaran. Pelatihan pembuatan video pembelajaran dipilih untuk mendukung kemampuan para guru dalam membuat bahan ajar, baik daring maupun luring. Apalagi secara materi bapak ibu guru sudah memiliki banyak materi dan pengalaman. Secara alat, bapak ibu guru juga sudah memiliki peralatan yang mendukung untuk pembuatannya. 

 


Hari pertama diisi dengan materi :

  • channel youtube dan pembuatannya
  • cara uplod ke youtube dg video yg sudah ada
  • ips pengambilan gambar
  • aplikasi editing video dg handphone
  • dasar-dasar editing video
  • export/render video

Haru pertama diakhiri dg penugasan untuk diupload di youtube dan share di grup whatsapp. Akibatnya, grup whatsapp guru-guru penuh dengan video-video buatan hasil pelatihan. Tapi tidak masalah, hal ini juga sebagai bentuk laporan langsung kepada kepala sekolah.


 Hari kedua, pembuatan video sudah memasuki level yang sedikit lebih tinggi. Jika di hari pertama belum memainkan layer atau lapisan video, hari kedua sudah memulai memainkan layer. Selain layer juga diajarkan cara penambahan audio, teknik chroma key, green screen dan juga animasi.

Alhasil, guru-guru mulai berakting an mulai sibuk dengan dunianya sendiri. Editing video. Sehingga tidak terasa hari mulai siang.

 



#MerdekaBelajar
#NadiemMakarim
#PembaTIK2020
#pembatiklevel4
#RumahBelajar
#guruberbagi
#gurupenggerak

 

Tampilan Lama Blog Iyonesia

Para insan Pembatik Level 4, peserta pelatihan pembelajaran berbasis TIK di level 4 memiliki visi yang sama dengan iyonesia, bang iyon. Yakni prinsip berbagi. Iyonesia sejak awal berprinsip  untuk berbagi, dengan berbagi tidak mengurangi tapi akan menambah nikmatmu. 

Sejalan dengan prinsip tersebut, pada kesempatan tahun ini Bang iyon diberi kesempatan untuk bergabung dengan para pembaTIK level 4, level berbagi. Merasa sehati dengan kegiatan ini, bang iyon memutuskan untuk mentransformasi wajah iyonesia dengan wajah baru.

Tampilan Baru Blog Iyonesia

Dengan tampilan baru ini, harapannya pun dapat menjadi semangat baru bagi iyonesia untuk terus berbagi. Apalagi sekian lama, iyonesia stag.... tiada update dengan tulisan-tulisannya. 

Sebagai Sahabat Rumah Belajar, Bang iyon pun siap mendukung, mensukseskan pembatik level 4 tahun 2020. Berbagi dan mengenalkan portal rumah belajar. Juga terus berbagi karya, khususnya untuk memajukan dunia pendidikan .

 Cayo...


#MerdekaBelajar
#NadiemMakarim
#PembaTIK2020
#pembatiklevel4
#RumahBelajar
#guruberbagi
#gurupenggerak



PembaTIK Level 3 _Inovasi Pembelajaran yang Mengintegrasikan TIK. Kompetensi kreasi pada modul ini dapat dicapai dengan cara melakukan perencanaan pembelajaran, mengidentifikasi jenis-jenis media digital, dan mengoptimalisasi lingkungan sebagai support system pembelajaran dengan teknologi digital.

 

 Video ini merupakan video pembelajaran Cermin datar

 


Masa pandemi ini, proses belajar dari rumah masih terus berlanjut. BDR diperpanjang, diperpanjang, diperpanjang dan diperpanjang lagi... tanpa tahu sampai kapan berakhirnya.

Namun demikian, meski siswa belajar dari rumah bukan berarti guru kemudian ikut l

ibur. Guru-guru tetap masuk ke sekolah dan memastikan pembelajaran selama BDR tetap berlangsung. Nah, Selama BDR ini pembelajaran dilakukan melalui jaringan internet dengan berbagai macam aplikasi. Mulai dari whatsapp, google classroom, youtube, dan sebagainya. Tetapi tidak semua siswa juga dapat melakukan daring.

 

 

 

 

 

Dari pantauan yang dilakukan, dari 32 siswa dalam satu kelas, ada saja siswa yang tidak dapat melakukan pembelajaran secara daring. Hal ini kemudian memunculkan inisiatif dari guru untuk kemudian memantau pembelajaran siswa secara luring. Pemberian materi dan tugas dilakukan secara daring tapi pengoreksiannya dilakukan secara offline. Siswa dijadwalkan untuk datang ke sekolah mengumpulkan tugas untuk diperiksa oleh guru.

Akibatnya, tumpukan buku siswa pun tak terhindarkan. Apalagi jika sang guru mengajar 12 kelas. Guru pun tenggelam dalam lautan buku siswa. Duduk tekun mengoreksi kerjaan siswa.

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT pada pagi hari ini keluarga besar SMP 2 Semin diberi kesempatan, kesehatan dan kekuatan untuk berkumpul dan berkoordinasi melalui brifing.

Suasana brifing ini, cukup berbeda. Karena brifing kali ini dibersamai dengan plt Kepala Sekolah, yakni Bapak Nur Sutanta, S.Pd, MOr. Beragam informasi disampaikan dan dibahas dalam brifing kali ini. Diantaranya, kaitannya dengan kehadiran guru, pembelajaran di masa pandemi, termasuk persiapan penilaian tengah semester. 

Satu hal penting, yang dibahas adalah keputusan terkait penilaian tengah semester. Penilaian tengah semester tetap akan dilaksanakan, meskipun kondisi BDR. Penilaian tengah semester akan dilakukan dengan model online. Bagi siswa yang sama sekali tidak memiliki perangkat untuk ber online maka akan dibuatkan secara offline. (yon's)


Mendadak Dangdut. Ya, berasa mendadak dangdut. Hari Sabtu, 29 Agustus 2020 tepatnya pukul 17.00 WIB Bang iyon mendapat tugas dari Dinas pendidikan untuk memenuhi undangan diklat dari P4TK IPA. Kenapa mendadak dangdut? Dalam situasi pandemi seperti ini, mendapat undangan untuk mengikuti pelatihan secara luring, tatap muka apalagi sampai ke Bandung rasanya wow. Pelaksanaan dilaksanakan mulai Senin tanggal 31 Agustus 2020. Yang terbayang di benak rapid test, perjalanan, pulang karantina. Bagaimana pun, kondisi pandemi ini tetap saja membuat was-was untuk perjalanan jauh. Rapid test dilakukan, hasil non reaktif. Perjalanan pun dilakukan, dengan perjalanan darat menggunakan kereta api.

Diklat yang dilakukan ini adalah diklat angkatan 1 dan diklat ini baru pertama kali dilakukan untuk jenjang SMP oleh P4TK IPA. Sasaran dari diklat ini adalah pembina ekstrakurikuler IPA. Pembinaan ekstrakurikuler IPA, diharapkan dapat melengkapi kegiatan pembelajaran dengan suasana yang berbeda. Bukan ekstrakurikuler IPA yang berisi latihan soal OSN dan semacamnya.  Tetapi ekstrakurikuler yang menyenangkan, mampu membimbing mengatasi permasalahan lingkungan sekitar, membekalkan keterampilan 4C, dan menciptakan jiwa sciencepreneur. Kemampuan sainspreneur peserta didik yaitu kemampuan melihat suatu permasalahan dan menggunakan cara-cara entrepreneur (wirausaha) untuk mengkreasi, mengorganisasi, dan memanajemen sebuah usaha (organisasi) untuk menciptakan terapan sains yang bermanfaat. Melalui program ini diharapkan akan tersedia pembina ekstrakulikuler bidang IPA yang kompeten untuk melaksanakan tugasnya dan berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran IPA di sekolah. 


Pernahkah sobat iyonesia sekalian download video atau audio dari sebuah web? Pasti pernah, atau malah sering? Nah, yang kadang bikin kesel ketika nemu video atau musik di sebuah web tapi gak bisa didownload... Padahal itu video/musik pas banget kita pengen. Nyari-nyari tombol download nggak ketemu juga. Tapi bisa diputer di web itu. Masak mesti mampir ke alamat itu terus untuk ngedengerin lagu atau liat video, kan gak asyik.

Tenang, sobat iyonesia... Bang iyon berikan tutorialnya. Cek video berikut ya...


Kegiatan BDR selama pandemi Covid-19 salah satunya menggunakan Google classroom, Sosialisasi penggunaan google classroom di lab komputer dengan siswa kelas 8 dan 9 oleh bapak Triyono, S.Si.,M.Pd dilaksanakan hari Rabu, 29 Juli 2020, pelaksanaan kegiatan secara bergelombang.






Per tanggal 1 Agustus 2020, Drs Sunaryo memasuki masa pensiun. Sehingga jabatan Kepala Sekolah praktis mengalami kekosongan. Menindaklanjuti kekosongan tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Gunungkidul kemudian mengangkat Nur Sutanta, S.Pd, M.Or untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMP 2 Semin.

LInk Terkait

Contact form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget